VEE | Village Economic Empowerment, Konsep Mempercepat Kemandirian Desa

Read Time:3 Minute, 32 Second

Untuk mempercepat akselerasi kemandiran desa, biizaa solution provider telah melakukan penelitan dan pengembangan teknologi dengan nama VEE ( Village Economic Empowerment ). VEE atau village economic empowerment adalah sebuah konsep pemberdayaan ekonomi desa melalui beberapa platform teknologi yang diciptakan oleh biizaa solution provider.

Sahabataksa.com,-VEE ( Village Economic Empowerment ) dilatarbelakangi adanya perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat juga sebagai solusi atas pandemi covid – 19, khususnya mengurangi interaksi fisik dalam bertransaksi dan lebih memudahkan menggunakan aplikasi. Village Economic Empowerment di dasari 3 hal yang sangat efektif sebagai solusi atas perkembangan teknologi dan informasi yaitu:

Yang pertama adalah Sharing Economy, merupakan sebuah mekanisme membangun perekonomian dengan melalui sharing ekonomi atau ekonomi berbagi, sehingga lebih efektif, efisien dan ekonomis. Wujud dari sharing economy atau ekonomi berbagi adalah kita ciptakannya platform atau aplikasi dimana masyarakat bisa memproduksi dan menjual, masyarakat lain bisa menjualkan dan BUMDes yang mengelola sebagai holding dari usaha mikro, kecil menengah dan koperasi di Desa. Sehingga dengan adanya platform tersebut seluruh produk desa baik barang dan jasa terintegrasi dalam sebuah platform. Setiap keluarga bisa memiliki satu toko online yang terintegrasi baik penjual maupun pembayarannya dengan desa atau BUMDes.

Yang kedua adalah Sharing Education, merupakan sebuah mekanisme untuk membangun human capital ( modal sumberdaya manusia ) dengan cara saling belajar dan mengajar. Setiap orang bisa menjadi guru dan murid dalam sebuah platform LMS ( Learning Mangemet System ). Hal ini untuk mempercepat pembangunan sumberdaya manusia serta sebagai solusi atas pandemi covid, agar tetap bisa belajar dan mengajar melalui aplikasi. Setiap orang bisa menjadi guru dan bisa dibayar dan setiap orang bisa menjadi murid untuk belajar.

Yang ketiga adalah sharing resource, merupakan sumberdaya berbagi. Bahwa di setiap desa memiliki potensi, baik sumberdaya alam, sumberdaya produk / alat, sumberdaya manusia dan sumberdaya dana ( keuangan ), namun sumberdaya tersebut akan lebih bermanfaat menopang ekonomi desa apabila ditata dalam sebuah Village Resource Planning atau perencanaan sumberdaya desa. Dengan memiliki seluruh data dan informasi tentang sumberdaya desa baik alam dengan potensinya, sumberdaya manusia dengan pengetahuan dan ketrampilannya dan sumberdana dengan surplus atau kelebihannya, maka akan dengan mudah dan cepat untuk menangkap peluang pasar, baik dari dalam desa, dari luar desa, industri maupun pemerintah daerah lain. Jika ada kebutuhan dari pihak lain, dengan mudah BUMDes atau pemerintah desa serta masyarakat menawarkan solusinya, karena sudah ada dalam sistem informasi sumberdaya desa ( Village Resource Planning ).

Dari ketiga hal tersebut di atas, maka biizaa solution provider membangun program untuk mendukung pembangunan desa sebagai berikut:

  1. SMEs Development ( Small Medium Enterprise Development ) dengan Business Development Service ( Layanan Pengembangan Bisnis ) mulai dari inkubasi bisnis untuk mencetak pengusaha pengusaha muda baru ( start up ), mengembangkan dan membangun market linkage ( jaringan pasar ) dengan aplikasi OFOB ( One Family One Business ), selain itu disediakan business knowledge base yang berisi tentang pengetahuan pengetahuan tentang bisnis, serta dukungan tools atau alat, berupa contoh dokumen, formulir usaha, template usaha dan lain lain yang tinggal download bisa digunakan oleh masyarakat desa.
  2. VHCD atau Village Human Capital Development, yaitu pembangunan modal sumberdaya manusia dengan sharing education ( pendidikan berbagi ) dalam sebuah platform dimana setiap warga desa bisa menjadi guru dan bisa menjadi murid. Selain platform juga disediakan fitur knowledge base untuk memenuhi kebutuhan informasi atau pengetahuan sumberdaya manusia, dan disediakan pula tools ( peralatan ) seperti contoh atau template biodata, curiccullum vitae, lamaran kerja dan lain lain yang tinggal download.

Dua program nyata tersebut akan kami berikan kepada masyrakat terutama pemerintah desa atau badan usaha milik desa untuk digunakan atau dimanfaatkan untuk membangun perekonomian desa yang mandiri.

Untuk mewujudkan secara nyata konsep kami, maka kami telah mengembangkan sebuah aplikasi yang disebut dengan OFOB ( One Family One Business ) atau satu keluarga satu bisnis. Untuk disadari bahwa setiap keluarga bisa membangun usaha, dengan memanfaatkan sumberdayanya baik, sumberdaya alam berupa halaman, kebun maupun sawah untuk dijadikan usaha, sumberdaya manusia membuka jasa usaha dan dana atau tabungan bisa digunakan jasa keuangan untuk membantu sesama masyrakat desa. Dan untuk melakukan itu, masyarakat tinggal mendaftar sebagai penjual, selanjutnya menjual produknya dalam aplikasi tersebut, transaksi melalui aplikasi yang dikelola oleh BUMDes dan BUMDes membantu pemasaran ke daerah lain sekaligus mendapatkan fee dari setiap penjualan masyarakatnya.

Untuk mencoba aplikasi tersebut, bisa di download aplikasi android / apk di bawah ini dan mencoba untuk mendaftar sebagai penjual dan memposting produk yang anda miliki. Dan untuk desa atau BUMDes yang membutuhkan aplikasi tersebut, bisa menghubungi admin sahabat aksa kami di whatsapp 082164057424.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Seberapa bermanfaat posting ini?

Klik pada bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Sejauh ini tidak ada suara! Jadilah yang pertama menilai posting ini.

Bagikan! Ke temanmu

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Butuh Sesuatu?
assalamualaikum apa yang bisa kami bantu?