TEKNOLOGI 4.0 PELUANG DAN TANTANGAN

Read Time:6 Minute, 36 Second

Sahabataksa.com,-Berbicara Teknologi 4.0 tidak lepas dari perkambangan Revolusi Industri 1.0 – 4.0 dimana Revolusi Industri yang pertama terjadi pada abad ke-18 ditandai dengan penemuan mesin uap yang digunakan untuk proses produksi barang. Saat itu, di Inggris, mesin uap digunakan sebagai alat tenun mekanis pertama yang dapat meningkatkan produktivitas industri tekstil. Peralatan kerja yang awalnya bergantung pada tenaga manusia dan hewan akhirnya digantikan dengan mesin tersebut.

REVOLUSI INDUSTRI

Revolusi industri 2.0 terjadi di awal abad ke-20. Revolusi industri ini ditandai dengan penemuan tenaga listrik. Tenaga otot yang saat itu sudah tergantikan oleh mesin uap, perlahan mulai tergantikan lagi oleh tenaga listrik. Walaupun begitu, masih ada kendala yang menghambat proses produksi di pabrik, yaitu masalah transportasi. Di akhir 1800-an, mobil mulai diproduksi secara massal.

Jika revolusi pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi kedua dipicu oleh ban berjalan dan listrik, revolusi ketiga ini dipicu oleh mesin yang dapat bergerak dan berpikir secara otomatis, yaitu komputer dan robot.

Salah satu komputer pertama yang dikembangkan di era perang dunia II sebagai mesin untuk memecahkan kode buatan Nazi Jerman adalah komputer bernama Colossus. Komputer yang dapat diprogram tersebut merupakan mesin raksasa sebesar ruang tidur yang tidak memiliki RAM dan tidak bisa menerima perintah dari manusia melalui keyboard. Komputer purba tersebut hanya menerima perintah melalui pita kertas yang membutuhkan daya listrik sangat besar, yaitu 8.500 watt.

Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem siber-fisik, internet of things (IoT), cloud computing, dan cognitive computing.

Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup. Singkatnya, revolusi industri 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.

TANTANGAN TEKNOLOGI 4.0

“Tantangan terbesar dari Industri 4.0 untuk setiap negara adalah membuat infrastruktur, kebijakan dan standar keamanan yang sesuai,” kata Vice President of Global Sales, Maxim Frolov.

“Baik penyedia infrastruktur dan bisnis harus siap.”

Frolov mengungkap, pihak yang sigap akan mendapat “keuntungan besar”. Pada saat yang sama, dia mengingatkan bahwa kecepatan mengadopsi teknologi baru harus disertai dengan rencana yang matang dan sistem keamanan yang kokoh.

Soal adopsi teknologi, menurut riset Kaspersky, “The State of Industrial Cybersecurity 2018”, 15 persen dari perusahaan industri telah menggunakan cloud untuk sistem kendali SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) sementara 25 persen mengatakan bahwa mereka akan mengadopsi cloud untuk ICS (Industrial Control System) pada tahun depan.

Sementara itu, terkait masalah infrastruktur, Frolov mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur yang tidak merata tidak hanya dialami oleh Indonesia, yang merupakan negara kepulauan.

“Ketidakmerataan infrastruktur tidak hanya dialami oleh negara-negara kepulauan. Bahkan negara seperti Jerman kesulitan untuk memberikan infrastruktur digital secara rata ke semua bagian negaranya,” ujar Frolov.

Dia menyebutkan, teknologi jaringan modern bisa jadi salah satu solusi dari masalah ini. Operator telekomunikasi yang mengembangkan jaringannya ke pelosok memungkinkan masyarakat untuk mengakses layanan telekomunikasi yang mungkin tidak mereka dapatkan beberapa tahun lalu.

“Pada saat yang sama, perencanaan infrastruktur yang matang penting untuk memastikan tidak ada kawasan yang tidak berkembang,” katanya.

“Pembangunan infrastruktur memerlukan kerja sama dan perencanaan dari para pemangku kepentingan, utamanya pemerintah dan penyedia layanan telekomunikasi.”

Frolov juga menyebutkan, dalam pengembangan infrastruktur, keamanan lagi-lagi menjadi isu penting. “Keamanan adalah salah satu aspek penting dan harus dipertimbangkan sejak awal perencanaan dan pengembangan sistem atau layanan,” katanya.

“Tanpa keamanan yang memadai, IoT (Internet of Things) tidak akan bisa menjadi bagian dari infrastruktur digital sosial yang aman.”

PELUANG TEKNOLOGI 4.0

Apa saja peluang bisnis yang ditawarkan dari industri di era 4.0, dan apakah dapat memberikan keuntungan yang besar bagi masyarakat Indonesia? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

Fintech (Finance Technology)

Peluang bisnis di era revolusi industri 4.0 yang pertama adalah Fintech. Saat ini, istilah fintech pasti sudah sering terdengar di telinga masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Khususnya di kalangan menengah ke atas yang melihat berbagai peluang bisnis dari urusan finansial. Para generasi milenial menjadi salah satu target utama dari perusahaan fintech. Hal tersebut dikarenakan ada banyak perusahaan fintech yang memberikan kemudahan dalam pengelolaan keuangan, salah satu hal yang sebenarnya sulit untuk dilakukan oleh generasi milenial. Tidak hanya itu, fintech juga memberikan kemudahan dalam urusan pembayaran di dalam transaksi jual-beli. Hal inilah yang membuat fintech menjadi salah satu bisnis yang sangat sukses di era revolusi industri 4.0.

Software As a Service (SaaS)

Pada era industri 4.0 nanti, peluang bisnis yang akan banyak digunakan digunakan adalah bisnis pengembangan software as a service. Dimana Anda membuat dan mengembangkan sebuah software sebagai pihak ketiga yang dapat membantu segala aktivitas usaha lain. bentuk penjaulannya berupa business-to-business artinya klien utama Anda adalah sama-sama pebisnis. Contoh bisnis software as a service adalah aplikasi absensi, software payroll, software akuntasi, atau software retensi konsumen atau CRM.

Cloud hosting

Cloud adalah salah satu teknik penyimpanan database yang ringan dan sangat mudah diakses. Pada dasarnya, masyarakat pasti sudah pernah menggunakan cloud tetapi tidak tahu kalau itu adalah cloud. Sebut saja Google Drive dan Dropbox, kedua cloud yang paling sering digunakan di dalam industri saat ini. Itulah yang membuat cloud hosting sangat laku di era industri 4.0 saat ini karena sangat berdekatan dengan dunia industri dan proses bisnis.

Bisnis jual-beli online

Bisnis jual-beli secara online semakin menjanjikan di era revolusi industri 4.0. Promosi yang tidak harus digembar-gemborkan serta tidak perlu menyediakan biaya operasional yang tinggi membuat bisnis jual-beli secara online semakin besar di industri 4.0. Cara pembayaran yang lebih mudah pun banyak ditawarkan pada saat ini. Tidak harus selalu pergi ke ATM untuk melakukan transfer uang. Namun sistem pembayaran Cash on Deliveryvirtual account hingga berbagai pembayaran lewat perusahaan fintech telah membuat bisnis jual-beli online terus berkembang.

On-Demand service

Peluang bisnis di era revolusi industri 4.0 yang selanjutnya adalah on-demand service. Sebenarnya, on-demand service sering digunakan oleh masyarakat, seperti aplikasi transportasi online. Pada dasarnya on-demand service merupakan sebuah layanan jasa yang hanya muncul di sekitar kita jika kita menginginkannya. Bisnis yang fleksibel inilah yang membuat on-demand service semakin digemari di era industri 4.0.

Online Marketing

Seiring dengan perubahan kiblat bisnis ke dunia maya, industri pemasaran pun bergeser dari cara-cara yang konvensional ke arah digital. Kini, online marketing telah dianggap begitu krusial sebagai bagian dari pemasaran sebuah bisnis. Visibilitas di internet memberikan potensi yang begitu luas kepada calon konsumen sehingga sebuah bisnis akan lebih mudah memasarkan produk mereka.

Peluang tersebut membuat kesempatan untuk membuka ahensi untuk pemasaran digital online marketing terlihat begitu menggiurkan. Apalagi, banyak perusahaan yang berlomba-lomba mencari strategi terbaik untuk kampanye digital mereka. Dengan kolaborasi bersama ahensi yang ahli, maka sebuah bisnis akan meraup berbagai keuntungan yang baik untuk pertumbuhan bisnis mereka.

Saat ini dunia sudah memasuki suatu era dimana terjadi otomatisasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik yang mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala hal, komputasi awan, hingga komputasi kognitif. Dunia industri Indonesia harus mempersiapkan SDM,  infrastruktur, teknologi media telekomunikasi, regulasi dari pemerintah yang dapat melindungi industri dalam negeri, serta menggeser orientasi industri dari manufaktur ke sektor jasa. Beberapa hal penting tersebut wajib dipersiapkan secara matang, karena peluang bisnis di era revolusi industri 4.0 sangat besar. Revolusi industri 4.0 akan membuka peluang bagi para pelaku bisnis di Indonesia untuk meraih keuntungan yang nilainya dapat mencapai miliaran dolar.

Sebagai salah satu pelaku bisnis, persiapkan bisnis Anda agar mampu bersaing dan berkembang di era 4.0. Jangan lupa untuk memanfaatkan software akuntansi online untuk memudahkan pengelolaan laporan keuangan bisnis Anda. Saat laporan keuangan bisnis Anda terkelola dengan baik dan benar, maka Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk urusan keuangan. Dengan begitu, Anda akan lebih fokus pada rencana pengembangan bisnis. (Sumber: dari berbagai sumber)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Seberapa bermanfaat posting ini?

Klik pada bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Sejauh ini tidak ada suara! Jadilah yang pertama menilai posting ini.

Bagikan! Ke temanmu

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Butuh Sesuatu?
assalamualaikum apa yang bisa kami bantu?