Tantangan Dan Strategi Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Menuju Masyarakat Smart Di Era Digital

Read Time:4 Minute, 57 Second

Apa yang anda pikirkan mengenai Industri 4.0 ? Mungkin masih sedikit yang mengetahui apa itu Revolusi Industri 4.0. Saya akan berikan sedikit mengenai pengertian Revolusi Industri 4.0 yang diambil dari sumber Wikipedia.

Sahabataksa.com,-Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, Internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif.

Industri 4.0 menghasilkan “pabrik cerdas”. Di dalam pabrik cerdas berstruktur moduler, sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat. Lewat Internet untuk segala (IoT), sistem siber-fisik berkomunikasi dan bekerja sama dengan satu sama lain dan manusia secara bersamaan. Lewat komputasi awan, layanan internal dan lintas organisasi disediakan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak di dalam rantai nilai.

Prinsip Rancangan

Ada empat prinsip rancangan dalam Revolusi Industri 4.0. Prinsip-prinsip ini membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengimplementasikan skenario-skenario Industri 4.0.

Interoperabilitas (kesesuaian): Kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan satu sama lain lewat Internet untuk segala (IoT) atau Internet untuk khalayak (IoP).

IoT akan mengotomatisasikan proses ini secara besar-besaran.

Transparansi informasi: Kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan dunia fisik secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor. Prinsip ini membutuhkan pengumpulan data sensor mentah agar menghasilkan informasi konteks bernilai tinggi.

Bantuan teknis: Pertama, kemampuan sistem bantuan untuk membantu manusia dengan mengumpulkan dan membuat visualisasi informasi secara menyeluruh agar bisa membuat keputusan bijak dan menyelesaikan masalah genting yang mendadak. Kedua, kemampuan sistem siber-fisik untuk membantu manusia secara fisik dengan melakukan serangkaian tugas yang tidak menyenangkan, terlalu berat, atau tidak aman bagi manusia.

Keputusan mandiri: Kemampuan sistem siber-fisik untuk membuat keputusan sendiri dan melakukan tugas semandiri mungkin. Bila terjadi pengecualian, gangguan, atau ada tujuan yang berseberangan, tugas didelegasikan ke atasan.

Pada kegiatan Sharing dan Discussion yang diadakan oleh PT. Qims Consultant yang bergerak di bidang konsultan ISO 9001 dan implementasinya dengan menghadirkan nara sumber Bapak Bortiandy Triman P. L. Tobing, ST., MMT menjelaskan dengan sangat jelas Perencanaan dan Strategi dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Tumbangnya beberapa perusahaan kelas dunia seperti DELPHI, TRUMP, Delta Airlines, General Motor dan terakhir Lehman Brothers mengisyaratkan perkembangan Teknologi Informasi sudah tidak bisa ditawar tawar lagi. Kondisi di Indonesia tidak kalah menggenaskan dengan tutupnya beberapa gerai belanja seperti 7 Eleven, Matahari, Disck Tarra, Lotus dan terakhir Jamu Nyonya Mener.

Apa yang menyebabkan semua itu? Isu yang beredar mengatakan bahwa daya beli masyarakat menurun. Tapi di sisi lain e-commerce alias belanja online pertumbuhan nya naik secara signifikan. Jadi kesimpulannya pola ekonomi sudah bergeser yang dari tradisional menjadi modern dari konvesional menjadi digital atau dikenal dengan istilah SHIFT.

Apa itu SHIFT ?

SHIFT adalah istilah untuk pergeseran yang terjadi di Revolusi Industri 4.0. Dimana

Simple = Teknologi akan membuat hidup lebih sederhana.

Hare = Siklus hidup yang cepat dimana terlalu cepat untuk dihapus.

Individual = Lebih banyak kustomisasi dan varian

Fast = Pengirman yang cepat tanpa batas

Tangible = Tidak ada harga yang mahal

Untuk itu bagi pelaku pelaku bisnis diperlukan perencanaan terhadap setting Goal (visi dan misi) serta target yang ingin dicapai kalau tidak ingin digulung oleh perkembangan teknologi.

Strategi yang bisa dipakai adalah Plan- Do – Study – Act yaitu melakukan suatu bisnis dengan merencanakan secara matang baik visi dan misi yang jelas selanjutnya melakukan dengan mengambil data dan mengolahnya dilanjutkan dengan melakukan studi analisa data dan bencmarking. Diakhiri dengan mengevaluasi aktivitas yang sudah ada.

Dengan mengetahui perkembangan Revolusi Industri 4.0 kita bisa bersiap memasuki abad digital industri dan big data. Teknologi diciptakan untuk membantu pekerjaan manusia dan seharusnya bisa memberikan dampak positip ke depan. Tapi semua kembali ke SDM nya apakah sudah siap dengan kondisi perkembangan yang begitu cepat. Kemauan dan fokus di dalam membangun bisnis diharapkan dapat mengimbangi perkembangan teknologi informasi tersebut.

Masyarakat Smart Di Era Digital

Kalau dilihat pengguna informasi dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu masyarakat yang hanya sebagai pemakai informasi (user) dan masyarakat yang dapat memanfaatkan informasi untuk kepentigannya seperti bisnis dan belajar. Masyarakat kedua ini yang disebut dengan Smart People alias masyarakat yang cerdas yang bisa membedakan mana informasi yang benar dan yang tidak benar.

Kita harus memperbanyak masyarakat smart people agar tidak ada lagi korban korban di dalam perkembangan informasi yang sangat pesat ini. Banyak dari kita tidak perduli dan masa bodoh akan dampak negatif dari teknologi informasi. Informasi itu ibarat pisau bermata dua dimana satu sisi bisa membantu pemakainya dan di satu sisi bisa membunuh pemakainya.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membuat masyarakat smart people salah satunya dengan membangun komunitas komunitas yang perduli akan dampak negatif informasi. Perlunya diajarakan Literasi Digital yang benar dan berkesinambungan sehingga masyarakat yang berada di desa maupun di kota bisa mendapatkan akses informasi yang sama.

Negara kita Indonesia menjadi sasaran yang sangat empuk bagi negara negara yang menguasai informasi. Dengan potensi jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia bisa dipastikan kita jadi incaran bagi pelaku pasar mulai dari produsen sampai investor. Tapi dibalik itu negara kita juga menjadi incaran pelaku pelaku kriminal di dunia maya yang ingin memanfaatkan kebodohan masyarakat kita yang belum “Melek Digital”.

Peristiwa terjadinya pembobolan ATM salah satu Bank terbesar di Indonesia harus nya menjadikan pelajaran bahwa Teknologi Informasi sudah tidak dapat dibendung lagi dan kita siap tidak siap mau tidak mau suka tidak suka harus menguasai teknologi informasi. Pertanyaannya apakah masyarakat kita sudah siap akan hal itu?

Kita tidak bisa hanya mengharapkan Pemerintah untuk merubah nya tapi perlu peran serta kita sebagai Penggiat IT dan Praktisi IT yang memahami dampak dari Teknologi Informasi untuk turun tangan dan membantu. Diperlukan jiwa relawan dan sosial tinggi karena kita akan berhadapan dengan masyarakat yang tidak suka perubahan tersebut. Kerja bersama akan lebih memudahkan dari pada dilakukan sendiri sendiri. Kalau selama ini kita bisa menikmati Teknologi Informasi bahkan bisa dijadikan sumber penghasilan sudah saat nya sekarang kita berbagi dengan mereka yang masih “Buta Digital” dan bersama sama membangun Indonesia dengan IT yang Sehat, Bersih, Bertanggungjawab dan Berguna. (AKSA)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Seberapa bermanfaat posting ini?

Klik pada bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Sejauh ini tidak ada suara! Jadilah yang pertama menilai posting ini.

Bagikan! Ke temanmu

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Butuh Sesuatu?
assalamualaikum apa yang bisa kami bantu?