SIBuDE Aplikasi Desa Terintegrasi Menghadapi Era Industri Society 5.0

Read Time:4 Minute, 29 Second

Sahabataksa.com,-Dalam perkembangan sejarah peradaban manusia, perubahan menjadi suatu niscaya. Saat ini, era revolusi industri 4.0 sudah tidak asing lagi dan menjadi perbincangan hangat di kalangan akademisi,
pemangku kebijakan publik, serta para ekonom.

Pasalnya, era ini menuntut konektivitas di segala hal (Internet of Thing), juga diyakini dapat membawa perubahan terhadap perekonomian dunia dan kualitas kehidupan secara signifikan. Dilansir dari berbagai media dan jurnal, era revolusi industri pertama kali mulai dicetuskan oleh sekelompok perwakilan ahli berbagai bidang asal Jerman, pada tahun 2011 lalu di acara Hannover Trade Fair.

Dipaparkan bahwa industri saat ini telah memasuki inovasi baru, di mana proses produksi mulai berubah pesat. Pemerintah Jerman menganggap serius gagasan ini sebagai sebuah gagasan resmi, sehingga membentuk kelompok khusus dalam misi penerapan industri 4.0. selain itu tahun 2015, diperkenalkan kembali dan di follow up oleh Angella Markel di acara World Economic Forum (WEF).

Setelah Jerman, Amerika pun menggerakan Smart Manufacturing Leadership Coalition (MLC), sebuah organisasi nirlaba yang terdiri dari produsen, pemasok, perusahaan, teknologi, lembaga pemerintah, universitas dan laboratorium yang memiliki tujuan untuk memajukan cara berpikir dibalik Revolusi Industri 4.0. Namun, dalam sebuah gagasan selau muncul perdebatan, apakah revolusi Industri 4.0 ini hanya perluasan pada revolusi industri 3.0 ataukah memang inovasi baru dari industri 3.0 karena
para ahli menemukan perkembangan yang signifikan, selain Internet of Thing (IoT), muncul big data, percetakan 3D, kecerdasan buatan atau bisa disebut Articifial Intellegence (AI), kendaraan tanpa pengemudi, rekayasa
genetika, robot dan mesin pintar.

Di sisi lain, di awal januari 2019 lalu, telah beredar gagasan baru yang muncul dari peradaban Jepang sana. Yaitu society 5.0 disampaikan dalam Forum Ekonomi Dunia 2019 di Davos, Swiss. Gagasan ini muncul atas respon revolusi Industri 4.0 sebagai signifikannya perkembangan teknologi, tetapi peran masyarakat sangat menjadi pertimbangan atas terjadinya revolusi industri 4.0 ini.

Society 5.0 menawarkan masyarakat yang berpusat pada manusia yang membuat seimbang antara kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalui sistem yang sangat menghubungkan melalui dunia
maya dan dunia nyata. Menurut perdana menteri Jepang, Shinzo Abe menjelasakan dalam World Economic Forum (WEF), “Di society 5.0 itu bukan lagi modal, tetapi data yang menghubungkan dan menggerakkan
segalanya, membantu mengisi kesenjangan antara yang kaya dan yang kurang beruntung.

Layanan kedokteran dan pendidikan, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi akan mencapai desa-desa kecil.” Sebenarnya, konsep revolusi industri 4.0 dan society 5.0 tidak memiliki perbedaan yang jauh. Yaitu revolusi industri 4.0 menggunakan kecerdasan buatan (artificial intellegent) sedangkan society 5.0 memfokuskan kepada komponen
manusianya. Konsep society 5.0 ini, menjadi inovasi baru dari society 1.0 sampai society 4.0 dalam sejarah peradaban manusia.

Mulai dari society 1.0 manusia masih berada di era berburu dan mengenal tulisan. Pada society 2.0 adalah pertanian di mana manusia sudah mulai mengenal bercocok tanam. Lalu pada society 3.0 sudah memasuki era industri yaitu ketika manusia sudah mulai menggunakan mesin untuk
menunjang aktivitas sehari-hari, setelah itu muncullah society 4.0 yang kita alami saat ini, yaitu manusia yang sudah mengenal komputer hingga internet juga penerapannya di kehidupan.

Jika society 4.0 memungkinkan kita untuk mengakses juga membagikan informasi di internet. Society 5.0 adalah era di mana semua teknologi adalah bagian dari manusia itu sendiri. Internet bukan hanya sebagai
informasi melainkan untuk menjalani kehidupan. Sehingga perkembangan
teknologi dapat meminimalisir adanya kesenjangan pada manusia dan masalah ekonomi pada kemudian hari.

Memang terdengar sangat utopis terjadi. Apalagi, Indonesia merupakan negara berkembang yang bahkan bisa dikatakan hanya segelintir orang yang mengenal Revolusi Industri 4.0 ataupun society 5.0. Hanya di kalangan akademis yang melek akan kemajuan zamannya, pebisnis yang
memang punya kepentingan keberlangsungan usahanya, juga pemangku kebijakan publik yang memperhatikan. Baru hanya segelintir orang.

Menanggapi uraian diatas kami dari Bantudesa.id sadar akan pentingnya industri society 5.0 bagi desa-desa di seluruh Indonesia dikarenakan perkembangan teknologi industri 4.0 tidak membawa dampak yang membuat perubahan signifikan di desa-desa. Karena sumber daya manusia di desa belum mampu untuk menghadapinya. Dengan industri society 5.0 diharapkan teknologi informasi yang ada dapat berjalan beriringan dengan kearifan lokal (budaya setempat) sehingga diharapkan desa bisa memanfaatkan teknologi informasi yang ada untuk kemajuan dan kemandirian desa.

Aplikasi SIBuDE (Sistem Informasi Bantu Desa) adalah aplikasi yang dibuat untuk menghadapi era industri society 5.0 dimana menu-menu yang ada dibuat semudah mungkin dengan tampilan yang menarik sehingga aparatur desa dapat dengan mudah dan senang dalam penggunaannya. SIBuDE juga sudah terintegrasi untuk data kependudukan dan keuangannya serta secara otomatis membuat website Desa. Begitu juga menu peta desa, inventaris desa, APBDES dan layanan mandiri dimana warga desa bisa membuat surat langsung tanpa harus datang ke kantor desa.

Yang cukup membedakan aplikasi SIBuDE dari yang lain adalah adanya tambahan fitur suara yang dapat membantu pengguna jika mengalami masalah dalam penggunaan aplikasi SIBuDE. Sehingga diharapkan aparatur desa atau operator desa tidak takut lagi menggunakan aplikasi karena takut salah atau tidak mengerti. Untuk keamanan juga cukup aman dikarenakan aplikasi SIBuDE menggunakan sistem penyimpanan Cloud dimana database desa akan tersimpan aman di Server yang ada di “awan”.

Bagi desa yang berminat untuk mencoba atau menggunakan aplikasi SIBuDE kami dari Tim Bantudesa siap membantu menjadikan desa bapak/ibu sebagai Pilot Projek agar hasil yang diinginkan dari penggunaan aplikasi SIBuDE ini bisa benar-benar terukur dan bermanfaat buat desa. Dan desa bisa maju dan berkembang dan terbebas dari masalah kemiskinan dan kebodohan serta keterbatasan informasi.

Berikut link demo aplikasi SIBuDE yang dapat dicoba.

http://bantudesa.id/demo3/

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Seberapa bermanfaat posting ini?

Klik pada bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Sejauh ini tidak ada suara! Jadilah yang pertama menilai posting ini.

Bagikan! Ke temanmu

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Butuh Sesuatu?
assalamualaikum apa yang bisa kami bantu?