Shifting #1 : “Ketika Platform Berubah Kehidupan Dan Bisnis Pun Berpindah”

Read Time:4 Minute, 13 Second

Catatan aksa adalah catatan kecil penulis dari sebuah buku ataupun artikel yang dianggap bisa mempengaruhi para member aksa atau pun pembaca umum di dalam meningkatkan kemampuan ilmu pengetahuan dan skill nya. Diharapkan dengan mendapatkan gambaran mengenai suatu ilmu pembaca bisa mengubah cara pandang dengan lebih terbuka, ketimbang menyalahkan keadaan. “Lebih baik kita pegang kendali daripada dikuasai.”

PLATFORM, IOT, DAN PERTUMBUHAN EKONOMI

Catatan ini penulis kutip dari buku Bapak Rhenald Kasali, Ph.D. seorang Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia dan pendiri Rumah Perubahan.

Laporan McKinsey (2016) menyajikan paradoks. Di satu sisi, pengguna digitalnya tinggi, bahkan paling aktif di dunia ekosistem startup yang dinamis, namun Indonesia dipandang sebagai pemula atau baru berada pada tahap kelahiran digitalisasi, pada tahun 2014, jumlah pengguna internet 55 juta, tetapi total perangkat yang terkoneksi sebagai IoT hanya 32 juta.

Sementara itu, pada 2017, menurut data yang dirilis APJII, jumlah pengguna internet telah mencapai 143 juta (Kompas, 22 Februari 2018) tidak mengherankan kalau di jagad maya, masyarakat Indonesia bisa mengangkat isu-isu yang berhubungan dengannya menjadi trending topic dunia.

Namun, pemakaian internet untuk meningkatkan produktivitas di Indonesia belum terasa manfaatnya. kegiatan ekonomi produktif yang dimaksud bukan sekedar menghibur diri, berkomunikasi, bermain game, mengunggah dan mengunduh foto atau video, serta membaca berita. Internet yang lebih produktif itu tampak dalam IoT, pemakaian cloud technology, dan big data analytics.

Karena rendahnya pemakaian teknologi untuk kegiatan ekonomi produktif, bisa diduga, labour proactivity Indonesia pun masih jauh berada di bawah Malaysia dan negara lainnya.Sebagai contoh mengapa harga daging sapi lebih murah di negara-negara tertentu. Mereka menerapkan IoT dari peternakan sampai daging masuk ke lemari pendingin konsumen.

Di peternakan, sensor pendeteksi panas (suhu) dengan cepat bisa membaca sapi mana yang temperatur tubuhnya naik atau drop. Jadi, sapi-sapi yang sakit bisa segera dipisahkan dan tak menular. Hasilnya, ternak mereka jauh lebih sehat dan gemuk, lalu lebih kompetitif. Dengan IoT tidak diperlukan SDM yang banyak tapi jauh lebih efektif. Sementara kita masih terlena dengan sumber daya alam, demokrasi, hiburan, dan persoalan masa lalu yang tak kunjung selesai.

Kalau penjualan produk terganggu oleh impor kita masih senang menyalahkan hal-hal yang biasa disebut politik, yaitu daya beli. Padahal, sangat mungkin penyebabnya adalah kurang cepatnya kita melakukan shifting pada teknologi yang berakibat kehilangan daya saing, yang lalu pasarnya digempur oleh produk-produk impor.

Demikian pekerjaan rumah yang masih kita kerjakan pada hari ini. Dunia berubah dan kita masih saling menyalahkan, sampai-sampai lupa mengerjakan PR dari rumah sendiri.

SEPULUH PREDIKSI

Ada 10 proyeksi kehidupan dan bisnis dalam sepuluh tahun ke depan. Kesepuluh hal itu adalah sebagai berikut:

Pertama, kehidupan dan bisnis akan berpindah secara masif ke dalam platform.

Kedua, dampak perpindahan kehidupan dari dunia lama ke platform tidak hanya terbatas pada aspek-aspek yang ramai dibicarakan (sektoral), melainkan juga pada cara, metode berusaha (dari owning economy ke sharing, dari product-based ke platform, dari pendekatan tunggal ke ambidextrous), dan meluas menjadi multi-industry. Perubahan ini akan memaksa bangsa-bangsa untuk lebih giat meremajakan peraturan lama, membuat regulasi baru, serta mengubah cara pandang dalam pengelompokan industri dan penciptaan lapangan kerja baru.

Ketiga, negara (siapa pun pemimpinnya) akan terus menghadapi tekanan-tekanan, baik dari pemain-pemain ekonomi lama maupun pendatang-pendatang baru, sampai munculnya pelaku-pelaku baru yang berhasil keluar sebagai pemain utama.

Keempat, pekerjaan-pekerjaan yang kita kenal pada abad 20 perlahan-lahan akan digantikan oleh pekerjaan-pekerjaan baru yang lebih berbasis teknologi. Pekerjaan-pekerjaan lama akan tetap dibutuhkan sepanjang pelaku bisa memperkaya diri dengan aplikasi teknologi.

Kelima, tak akan ada lagi tempat (dalam dunia kerja) bagi kelompok medioker yang kurang menuntut diri untuk belajar kembali atau bermental penumpang. Bahkan, ijazah dari perguruan tinggi terbaik pun tidak akan cukup untuk mengantarkan diri ke jenjang yang lebih tinggi bila penggemblengan mental diri tidak dilakukan.

Keenam, pendidikan akan mengalami tekanan besar perubahan dari cara pengajaran, teknologi, dan standar kualitas. Algoritma dan kecerdasan artifisial akan berpengaruh signifikan terhadap proses pembelajaran.

Ketujuh, pendekatan “what to learn” akan menjadi usang dan digantikan “how to learn”.

Kedelapan, salah satu teknologi yang akan sangat berpengaruh dalam kegiatan ekonomi adalah 3D Printing. 3D Printing akan mengisi kehidupan dalam bidang pendidikan, kesehatan, konstruksi, dan kebutuhan industri.

Kesembilan, data dan informasi menjadi basis penting dalam perekonomian dan menjadi senjata strategis dalam persaingan.

Kesepuluh, ketika penduduk dunia semakin bergeser ke kota dan membentuk megacities, Indonesia akan berpaling ke desa. Desa akan menjadi tumpuan utama kehidupan dengan wajah ekonomi dan teknologi yang berbeda dengan yang kita lihat hari ini.

Kesepuluh hal tersebut diatas akan mengubah cara pandang kita dalam perekonomian. Akan terjadi perbedaan pandangan secara tajam bagi mereka dalam melihat fakta-fakta baru dengan kacamata lama. Bahkan, data pun bisa mengecoh.

The Great Shifting dapat diterima dengan mudah oleh mereka yang berpandangan terbuka dan terbiasa beradaptasi dengan perubahan, tetapi akan ditentang oleh mereka yang terbelenggu dalam kebesaran masa lalu. Sedangkan bagi pelaku-pelaku ekonomi dan aparatur sipil negara, hanya ada satu yang dituntut: to keep yourself relevant. Sebab, keberhasilan tak pernah bersifat final dan kehidupan tak berhenti di sana.

Jadi siapkah anda memasuki dunia yang baru dengan pegeseran yang tidak normal ini…..Welcome to The New World.

Bersambung (aksa)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Seberapa bermanfaat posting ini?

Klik pada bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Sejauh ini tidak ada suara! Jadilah yang pertama menilai posting ini.

Bagikan! Ke temanmu
Open chat
1
Butuh Sesuatu?
assalamualaikum apa yang bisa kami bantu?