Selayang Pandang PT. Perkebunan Sumatera Utara (PSU)

Read Time:3 Minute, 47 Second

Mungkin masih banyak dari masyarakat di Sumatera Utara yang tidak mengetahui PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU) merupakan salah satu BUMD yang dimiliki oleh Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara yang bergerak di bidang perkebunan.

Sahabataksa.com,-PT. Perkebunan Sumatera Utara (persero) merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Sumatera Utara, didirikan berdasarkan peraturan daerah tingkat I Sumatera Utara No.15 Tahun 1979 dengan bentuk badan hukum pertama sekali berupa Perusahaan Daerah (PD).

Kemudian disempurnakan dengan peraturan nomor 24 tahun 1985 yang disahkan keputusan menteri dalam negeri nomor 539.22-1434 tanggal 16 oktober 1985 dan diundangkan dalam lembaran daerah Provinsi Sumatera Utara tanggal 29 januari 1986.

Dalam rangka mengantisipasi era globalisasi dan perdangan bebas serta turut membantu pemerintah dalam menggerakan ekonomi kerakyatan, dipandang perlu meningkatakan peran dan fungsi perusahaan daerah Perkebunan Sumatera Utara sehingga mampu menarik minat investor baru untuk turut serta dalam penyertaan modal, dan berdasarkan pertimbangan tersebut, Perusahaan Daerah Perkebunan Sumatera Utara merubah bentuk badan hukumnya menjadi Perseroan Terbatas (PT) dengan peraturan daerah No. 4 tahun 2004 sesuai akte pendirian Perseroan Terbatas (PT) No. 98 yang dibuat di hadpan Notaris Alina Hanum, SH tanggal 29 Agustus 2005. Struktur pemodalan perusahaan sesuai akte pendirian adalah 99% saham yang dimiliki Provinsi Sumatera Utara dan 1% dimiliki oleh koperasi karyawan perkebunan kantor Medan.

Visi PT Perkebunan Sumatera Utara

Visi perusahaan adalah menjadi salah satu perusahaan perkebunan terbaik dan menjadi andalan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian Sumatera Utara.

Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya perusahaan mengelola 2
(dua) komoditi utama, yaitu tanaman kelapa sawit dan karet. Sedangkan
produksi utama yang dihasilkan adalah :

  1. Crude palm oil (CPO)
  2. Inti Kernel Kelapa Sawit (IKS)
  3. Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit
  4. Karet dalam bentuk RSS dan Lumps

Kinerja PT Perkebunan Sumatera Utara

PT Perkebunan Sumatera Utara (PT PSU) diminta terus melakukan berbagai inovasi dan memperbaiki kinerjanya. Sehingga ke depan dapat menghasilkan profit atau keuntungan dari berbagai usaha yang telah dilaksanakan.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2019 PT PSU, di Rumah Dinas Wagub Sumut, Jalan Teuku Daud Nomor 9, Medan, Kamis (26/12). ” Sebagai BUMD, PT PSU harus bisa menghasilkan profit dari usaha yang dilaksanakannya,” ujar Wagub.

Wagub juga meminta jajaran Dirut, Direksi dan Komisaris PT PSU untuk segera memperbaiki laporan keuangan, hasil restrukturisasi audit RUPS 2018. “Saya minta real penghitungan ini, sudah maksimal belum dan apa masalahnya. Kalau tanaman kurang, kalau melihat data yang disampaikan ini ke depan tidak bisa untung. Keuntungan di 2019 didominasi hanya penjualan tanah untuk jalan tol,” ucap Musa Rajekshah.

Hadir dalam rapat tersebut, Direktur Utama PT PSU Gazalli Arief, Direktur Hidayat Nasution, Komisaris PT PSU Asrul Masir Harahap dan Eddy Supri Hutasuhut, Asisten III Pemerintahan Umum M Fitriyus, dan Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Ernita Bangun.

Musa Rajekshah juga memerintahkan Direktur Utama PT PSU Gazalli Arief untuk melakukan survei areal yang diharapkan dapat diperoleh data yang real dari luas area, jumlah tanam dengan laba yang diperoleh setiap tahunnya.

“Tahun depan juga harus dilakukan survei areal, kalau tidak bisa memasuki lahan dapat menggunakan drone. Ke depan, kebun mana yang bisa kita replanting. Areal mana yang bisa ditanam dan juga tidak. Jalan produksi juga harus dilihat mana yang harus diperbaiki. Begitu juga dengan pabrik yang ada. Untuk tanaman baru jangan mendekati badan jalan,” katanya.

Wagub juga meminta PT PSU untuk mengkaji ulang beberapa item investasi yang akan dilakukan di 2020. “Saya minta ini dihitung kembali secara detail. Jangan nanti investasi yang besar ini, juga tidak memberikan keuntungan. Misalkan sereh wangi, apakah sudah dijajaki untuk pemasaranya. Jangan nanti cabai yang untung, disisi lain keuntungan cabai harus menutupi komoditi lainnya,” pesan Musa Rajekshah.

Direktur Utama PT PSU Gazalli Arief dalam paparanya meyakini PT PSU pada tahun depan akan dapat menghasilkan keuntungan dari hasil perkebunan. Saat ini, PT PSU mulai bergerak dalam usaha perkebunan lainnya dan tidak berfokus pada kelapa sawit saja. “Kita juga mulai diperkebunan lainnya,” ucap Gazalli.

Selain sawit, pihaknya juga mengembangkan tanaman cabai merah dengan nilai investasi sebesar Rp3,3 miliar lebih, bawang merah dengan nilai investasi sebesar Rp3,5 miliar lebih, sereh wangi dengan nilai investasi sebesar Rp3,5 miliar lebih. “Selanjutnya, jagung dengan nilai investasi sebesar Rp14,4 miliar lebih,” ujarnya.

Menurut Gazalli Arief, PT PSU juga mulai merambah usaha di bidang peternakan, yakni peternakan sapi dan kambing boer. Untuk sapi, dengan nilai investasi sebesar Rp2,1 miliar lebih, dan kambing boer dengan nilai investasi sebesar Rp1,1 miliar lebih. “Dari total keseluruhan laba yang diperoleh dari 6 bidang usaha ini diprediksi diperoleh Rp43,8 miliar lebih pertahun, dengan total investasi sebesar Rp28,2 miliar lebih,” sebutnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Seberapa bermanfaat posting ini?

Klik pada bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 5 / 5. Jumlah suara: 1

Sejauh ini tidak ada suara! Jadilah yang pertama menilai posting ini.

Bagikan! Ke temanmu

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Butuh Sesuatu?
assalamualaikum apa yang bisa kami bantu?