Pembajakan WhatsApp Merajalela, Ini Cara Kita Untuk Selamat

Read Time:2 Minute, 28 Second

Sahabataksa.com-Pembajakan WhatsApp ramai terjadi. Sejumlah pengguna melaporkan di media sosial RI bahwa tiba-tiba akunnya diambil alih hacker untuk aksi kejahatan.

Bukan saja di Indonesia, ini juga terjadi di negeri jiran. Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (The Malaysian Communications and Multimedia Commision/ MCMC) bahkan mengeluarkan peringatan yang meminta masyarakat agar waspada.

Melansir The Star, MCMC mengatakan pembajakan akun Whatsapp biasanya sukses jika korban membocorkan enam digit kode verifikasi. Kode biasanya akan diterima pengguna ketika ada upaya untuk mengubah nomor telepon yang terkait dengan akun mereka, dikirimkan via SMS.

Salah satu modusnya, scammer menghubungi calon korban yang menyamar sebagai individu atau usaha yang mengklaim telah salah memasukkan nomor telepon korban saat mencoba menyelesaikan transaksi online. Akibatnya kode otorisasi transaksi itu telah telah dikirim ke telepon korban dan memohon untuk mengirim kode tersebut.

“Permintaan dikirimkan kode verifikasi ini bahkan bisa datang dari anggota keluarga atau teman korban melalui akun yang telah dibajak oleh penipu,” kata MCMC.

Taktik ini biasanya menyesatkan korban dengan berpikir bahwa mereka mengirimkan TAC (kode otorisasi transaksi) yang tidak terkait kepada penipu. Padahal sebenarnya mereka menyerahkan kode verifikasi enam digit ke akun WhatsApp korban sendiri.

Modus lainnya, scammer menyamar sebagai karyawan WhatsApp untuk membodohi pengguna agar membagikan kode verifikasi mereka. Ada juga kasus di mana penipu sengaja memasukkan kode beberapa kali dan gagal guna memaksa sistem WhatsApp untuk menghubungi pengguna soal kode verifikasi mereka.

Dalam hal ini, scammer yang berpura-pura jadi orang lain, akan menghubungi pengguna untuk meminta kode itu. Jika pengguna tidak menjawab panggilan otomatis oleh WhatsApp dan masuk ke kotak surat suara pengguna, maka penipu akan mencoba menebak secara acak atau meminta kode PIN kotak surat suara pengguna untuk mengakses rekaman, terang MCMC.

Lalu bagaimana agar selamat dari hacker?

Badan pengawas itu menyarankan pengguna WhatsApp untuk curiga terhadap setiap upaya mendapatkan kode verifikasi enam digit. MCMC mengingatkan pentingnya untuk tidak mengungkapkan kode tersebut kepada orang lain untuk mencegah pembajakan akun.

Selain itu pengguna juga harus mengaktifkan verifikasi di WhatsApp. Ternasuk menggunakan nomor PIN yang lebih rumit untuk kotak surat suara mereka sebagai tindakan keamanan tambahan.

Menurut FAQ oleh WhatsApp, pengguna mungkin dikirimi kode verifikasi melalui SMS, meskipun tidak diminta, karena sejumlah alasan. WhatsApp mengatakan ini bisa terjadi karena seseorang salah mengetik nomornya sendiri, atau peretas mencoba mengambil alih akun orang tersebut.

Tanpa kode, peretas tidak akan dapat menyelesaikan proses verifikasi. Ini bisa mencegah akun dibajak.

Bagaimana jika sudah dibajak?

Jika akun telah dicuri, pengguna harus masuk ke WhatsApp dengan nomor telepon dan memverifikasi nomor telepon dengan memasukkan kode enam digit yang diterima melalui SMS. Setelah memasukkan kode SMS enam digit, hacker yang menggunakan akun tersebut akan keluar secara otomatis.

Pengguna mungkin juga diminta untuk memberikan kode verifikasi dua langkah. Jika tidak mengetahui kode ini, pembajak yang menggunakan akun pengguna mungkin telah mengaktifkan verifikasi dua langkah.

“Anda harus menunggu tujuh hari sebelum dapat masuk tanpa kode verifikasi dua langkah,” tulis The Star mengutip WhatsApp. (Sumber:CNBCIndonesia.com)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Seberapa bermanfaat posting ini?

Klik pada bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Sejauh ini tidak ada suara! Jadilah yang pertama menilai posting ini.

Bagikan! Ke temanmu

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Butuh Sesuatu?
assalamualaikum apa yang bisa kami bantu?