Kapal Aceh Hebat Dilepas ke Laut

Read Time:4 Minute, 1 Second

Sahabataksa.com,-Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, Sabtu (3/10/2020) pagi, meluncurkan (launching) Kapal Motor Penyeberangan (KMP) ‘Aceh Hebat 1′ di Galangan Kapal PT Multi Ocean Shipyard (MOS), Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Setelah diresmikan, kapal berbobot 1.300 GT (Grosston), itu diturunkan dari galangan dan kemudian dilepas ke laut kawasan tersebut.

Peluncuran kapal pertama yang dibuat menggunakan uang masyarakat Aceh (APBA) ini menjadi sejarah baru dalam dunia transportasi di Aceh. Pasalnya, kapal jenis Ro-Ro yang nantinya akan melayari lintasan barat ke Pulau Simeulue, ini menjadi kapal terbesar yang berlayar di Aceh, mengalahkan KMP BRR yang selama sudah beroperasi. Peresmian kapal berukuran relatif besar dengan desain yang up to date ini juga menjadi pertanda pelayaran antar-pulau di Aceh akan segera terlayani dengan baik.

“Kapal ini diturunkan atau dilepas ke laut untuk dilakukan beberapa pengujian lanjutan seperti uji kemiringan, uji berlayar, dan fungsi semua komponen. Setelah finishing ini tuntas, baru kapal tersebut dikirim ke Aceh untuk dioperasikan. Aceh Hebat menjadi sejarah baru bagi Aceh. Sebab, selama ini Aceh belum pernah memiliki kapal yang dibuat dengan biaya sendiri (APBA),” kata Nova dalam sambutannya pada peluncuran tersebut.

Menurut Plt Gubernur, semua pihak bersyukur karena pembangunan Kapal ‘Aceh Hebat 1′ sudah memasuki tahap akhir dan peluncuran hari ini (kemarin-red) merupakan tahap terpenting dari proses tersebut. “Selama ini, kita menggunakan kapal-kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry. Terakhir, ada hibah dari Kementerian Perhubungan yaitu KMP BRR yang sekarang melayani rute Balohan, Sabang-Ulee Lheue, Banda Aceh,” jelas Nova.

Ia mengungkapkan, pembuatan KMP ’Aceh Hebat 1′ dimulai pada Februari 2020. Pandemi Covid-19 membuat kekhawatiran bahwa pembangunan moda transportasi laut tersebut akan terkendala. Namun, PT Multi Ocean Shipyard (MOS) selaku perusahaan yang dipercaya untuk mengerjakan proyek senilai Rp 75 miliar tersebut bisa menjamin pembangunan kapal tidak terganggu dan akan selesai tepat waktu.

“Menurut jadwal, pada 30 November mendatang kapal ini akan berlayar ke Aceh dan kemudian dioperasikan sebagaimana mestinya,” kata Nova Iriansyah dalam peluncuran yang turut dihadiri Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes, Inspektur Aceh, Ir Zulkifli MM, Kadis Perhubungan Aceh, Junaidi ST MT, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Bustami Hamzah SE MM, dan sejumlah pejabat lainnya.

Ia menilai, kinerja PT MOS sangat maksimal. Baginya, pembuatan kapal oleh pekerja Indonesia menandakan bahwa WNI mampu mengerjakan proyek secanggih apapun. “Ini pertanda bahwa kapal secanggih Aceh Hebat 1 bisa dibangun oleh warga Indonesia dan pemanfaatannya juga untuk rakyat Indonesia khususnya masyarakat Aceh,” ungkapnya.

Selain Aceh Hebat 1, dua kapal lain juga akan segera dilaunching. Di Bangkalan Madura, ada KMP Aceh Hebat 2 yang rencananya diluncurkan pada pertengahan Oktober ini. Setelah itu akan berlanjut ke Tegal, Jawa Tengah, untuk peresmian KMP Aceh Hebat 3. Kapal Aceh Hebat 1, 2, dan 3, merupakan kapal yang dipesan Pemerintah Aceh dalam rangka meningkatkan konektivitas antar pulau.

Kapal Aceh Hebat 1 (berbobot 1.300 GT) yang dikerjakan PT Multi Ocean Shipyard akan melayari lintasan barat ke Pulau Simeulue. Kapal Aceh Hebat 2 (1.100 GT) yang dikerjakan oleh PT Adiluhung Saranasegara, Bangkalan,  Madura, Jawa Timur, akan melayari Balohan-Ulee Lheue. Sedangkan Kapal Aceh Hebat 3 (600 GT) yang dikerjakan PT Citra Bahari Shipyard, Tegal, Jawa Tengah, akan melayani rute Singkil-Pulau Banyak.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi ST MT, mengatakan, meskipun sudah diturunkan atau dilepas ke laut, namun Kapal Motor Penyeberangan (KMP) ‘Aceh Hebat 1′ masih harus melewati beberapa tahapan pengujian sebelum beroperasi. Tahapan tersebut, menurut Junaidi, seperti uji pelayaran, uji kecepatan, keseimbangan kapal, dokumen, hingga adaptasi kru/kapten dengan kapal yang baru ini.

Dengan sejumlah tahapan pengujian yang harus dilalaui, ia memperkirakan Kapal ‘Aceh hebat 1′ baru bisa dibawa pulang ke Aceh pada akhir November mendatang. Lalu, tambah Junaidi, pada Januari 2021 kapal diperkirakan sudah dapat berlayar atau beroperasi pada rute yang sudah ditetapkan.

Menurutnya, Kapal ‘Aceh Hebat 1′ memiliki bobot 1.300 Grosston (GT). Kapal ini, sebutnya, memiliki kapasitas 250 penumpang dan 33 mobil. KMP dengan panjang 70 meter dan lebar 15 meter, sambung Junaidi, kokoh menyusuri samudera. “Kelebihan lain, kapal ini dilengkapi ratusan tempat tidur. Sehingga sangat cocok dengan pelayaran jarak jauh akan dilakukan kapal ini nanti,” ungkap Junaidi seraya menyatakan pelayaran Meulaboh/Labuhan Haji ke Sinabang bisa memakan waktu hingga 10 jam.

Junaidi menceritakan, tercetusnya rencana Pemerintah Aceh memiliki kapal sendiri karena selama ini Aceh belum punya kapal dengan kapasitas besar. Sehingga, pada saat liburan maupun hari-hari besar, sering terjadi penumpukan penumpang dan kendaraan di pelabuhan. Karena itu, Pemerintah Aceh menginisiasi pembuatan tiga kapal milik sendiri dengan total biaya Rp 178 miliar. Aceh Hebat 1 sebagai kapal yang terbesar menelan biaya yaitu Rp 75 miliar.

“Hal yang paling membanggakan lagi adalah kapal ini dirancang sendiri oleh Dishub Aceh berkolaborasi dengan konsultan dan pihak galangan. Kapal ini didesain sendiri supaya sesuai dengan kondisi laut dan kebutuhan masyarakat Aceh,” demikian Kadis Perhubungan Aceh, Junaidi ST MT.(Aceh.tribunnews)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Seberapa bermanfaat posting ini?

Klik pada bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Sejauh ini tidak ada suara! Jadilah yang pertama menilai posting ini.

Bagikan! Ke temanmu

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Butuh Sesuatu?
assalamualaikum apa yang bisa kami bantu?