Bantudesa.id Platform Yang Membantu Desa Siap Memasuki Industri Society 5.0

Read Time:4 Minute, 40 Second

Sahabataksa.com,-Dimasa pendemi covid19 ini banyak hal yang terjadi dimana perubahan diberbagai bidang terjadi mulai dari kota sampai ke desa. Banyak kita jumpai saat ini perusahaan-perusahaan besar tutup dan mengurangi sebagian karyawannya dikarenakan covid19 merontok kan sendi-sendi perekonomian dunia.

Bagaimana dengan Desa ?

Sejak awal pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menetapkan Nawacita sebagai visi dari pemerintahannya. Salah satu bagian dari Nawacita tersebut adalah “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah desa”.

Untuk mewujudkan visi tersebut, tentu pemerintah butuh berbagai regulasi yang mendukungnya.

Nah, keberadaan Undang-Undang RI No.6 Tahun 2014 tentang Desa dari pemerintahan terdahulu, merupakan sebuah payung hukum yang kuat untuk membangkitkan percepatan pembangunan desa yang dimaksud.

Dalam undang-undang tersebut jelas tertuang tujuan dari pembangunan desa. Misalnya, pada pasal 78 ayat 1 dikatakan bahwa “Pembangunan Desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana Desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.”

Sementara untuk mendukung pelaksanaan pembangunan desa dalam segala aspeknya sesuai dengan kewenangan yang dimiliki, UU Nomor 6 Tahun 2014 memberikan mandat kepada Pemerintah untuk mengalokasikan Dana Desa. Dana Desa tersebut dianggarkan setiap tahun dalam APBN yang diberikan kepada setiap desa sebagai salah satu sumber pendapatan desa.

Berdasarkan infografis yang penulis kutip dari media sosial Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) maka sejak tahun 2015 hingga 2017 telah dikucurkan sejumlah Dana Desa dan terus mengalami peningkatan. Untuk tahun 2015 sebesar 20,8 Triliun, 2016 sebesar 47,0 Triliun, 2017 sebesar 60 Triliun.

Sementara Dana Desa untuk APBN 2018 sebesar 60 Triliun yang diarahkan untuk pengentasan kemiskinan melalui penurunan porsi alokasi yang dibagi merata dan peningkatan alokasi formula, pemberian bobot yang lebih besar kepada jumlah penduduk miskin dan afirmasi kepada daerah tertinggal dan sangat tertinggal dengan jumlah penduduk miskin tinggi, dengan alokasi per desa rata rata Rp1,15 Miliar untuk 74.958 desa.

Shifting ke Desa Sebuah Keniscayaan

Kemajuan Desa dengan dukungan Dana Desa, bukan tidak mungkin membuat sebuah perubahan besar-besaran di negeri ini. Mengutip pernyataan Rhenald Kasali dalam bukunya “The Great Shifting” yakni “Jika global descruptions memindahkan penduduk desa ke kota dan melahirkan “megacities”, Indonesia justru berpaling ke desa, sebuah keniscayaan”.

Pernyataan tersebut dikuatkan dengan keseriusan dan fokus pemerintah perhatiannya ke desa. Pintu masuknya sendiri adalah Undang-Undang Desa 2014 ditambah dengan kebijakan pada APBN Dana Desa yang terus bertambah dari tahun ke tahun.

Niscaya akan terjadi sesuatu hal yang paradoks. Kalau penduduk dunia saat ini sekitar 54% berada di perkotaan, bahkan diprediksi tahun 2035 akan meningkat menjadi 66%. Semoga tidak dengan Indonesia.

Mungkinkah itu terjadi? Semuanya tergantung pada keyakinan dan upaya kita. Pemerintah daerah, masyarakat desa serta para stakeholder.

Apa itu Platform ?

Platform adalah sebuah program yang digunakan untuk mengesekusi rencana kerja, dimana platform difungsikan sebagai wadah utama atau dasar untuk menjalankan sistem yang akan digunakan. Dan sistem yang bisa menggunakan platform ini sangat banyak dimulai dari bidang komputer, bisnis, sampai dengan politik.                                     

Fungsi Platform

Lalu apa fungsi dari adanya sebuah platform? Sejalan dengan pengertian yang sudah kami sampaikan diatas, fungsi atau tujuan dibuatnya platform adalah sebagai dasar atau wadah agar sistem lain bisa digunakan dengan sebaik mungkin.

Contohnya seperti platform belajar edmodo yang digunakan sebagai media bagi guru untuk melaksanakan belajar mengajar secara online.

Jenis Platform

Selama ini, jenis platform dapat dikategorikan menjadi dua hal yakni platform yang hanya bisa digunakan pada satu manufaktur, dan platform lintas manufaktor, yang mana bisa digunakan dalam sebagai manufaktur.

Misalnya untuk platform satu manufaktur adalah blackberry atau iPhone, bahasa pemograman mereka tidak bisa digunakan pada perangkat lain, karena memang hanya bisa digunakan pada perangkat jenis itu saja.

Sedangkan untuk platform lintas manufaktur seperti java, yang mana hal ini bisa digunakan dalam banyak perangkat dimulai dari PC sampai dengan smartphone.

Platform Digital Bantudesa.id

Platform Bantudesa.id adalah suatu platform ekosistim digital yang dibuat untuk membantu desa dalam menghadapi perkembangan digitalisasi desa 5.0 dimana pada saat sekarang ini desa harus siap untuk menerima transformasi digital dalam segala sektor baik ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan dan teknologi.

Platform Bantudesa.id merupakan platform yang sudah terintegrasi jadi dengan menggunakan Bantudesa.id desa akan dibantu di dalam tiga hal, yaitu:

Pertama, peningkatan SDM desa dengan pelatihan dan pendampingan dasar IT dan soft skill (operator komputer, website, desain grafis, digital marketing, media sosial, teknisi jaringan) sehingga di dapatkan SDM Desa yang unggul dan siap bekerja membangun desa.

Kedua, desa akan dibantu didalam membangun Infrastruktur khusunya Internet Satelit sebagai jawaban dari permasalahan jaringan internet yang tidak ada di desa-desa yang jauh dari kota dan desa 3T.

Ketiga, desa akan dibantu dalam penggunaan sistem informasi integrasi data mulai dari desa, kecamatan sampai kabupaten di 4 sektor sosial, ekonomi, kesehatan dan pendidikan.

Platform Bantudesa.id kedepannya desa akan mendapatkan banyak manfaat diantaranya adanya satu data desa (big data), layanan publik yang efektif dan efisien, layanan jual beli online produk unggulan desa, membangun potensi desa wisata, layanan pembayaran secara cashless untuk semua jenis pembayaran dan tagihan yang ada di desa, peningkatan kapasitas aparatur desa dalam pengenalan teknologi, pelatihan soft skill bagi pemuda pemudi desa untuk meningkatkan program padat karya, pemeberdayaan UMKM dan bank desa.

Bagi desa yang berminat untuk dijadikan pilot projek bantudesa.id dapat menghubungi Tim Bantudesa.id di nomor Hp/WA : 0821-6405-7424 atau bisa mendaftar sebagai member di link https://sahabataksa.com

Batudesa.id membangun potensi desa dari profil dan data desa.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Seberapa bermanfaat posting ini?

Klik pada bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Sejauh ini tidak ada suara! Jadilah yang pertama menilai posting ini.

Bagikan! Ke temanmu

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Butuh Sesuatu?
assalamualaikum apa yang bisa kami bantu?