Apa Kabar Program “Membangun Desa Menata Kota” Propinsi Sumatera Utara

Read Time:11 Minute, 31 Second

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Edi Rahmayadi dan Wagubsu H Musa Rajeckshah dibantu Sekdaprov Sumut Hj Sabrina telah mempersiapkan langkah-langkah konkrit yang harus ditempuh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) lima tahun ke depan dengan sasaran utama Membangun Desa Menata Kota.

Sahabataksa.com,-Kutipan diatas adalah berita Maret 2019 tahun lalu. Dengan telah disahkannya oleh DPRD Sumut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumut 2018 – 2023, maka saat ini, terutama setelah 6 bulan memimpin Sumut sejak dilantik 5 September 2018 lalu, Gubsu dan Wagubsu telah mempunyai konsep jelas mewujudkan komitmennya membangun desa menata kota itu.

Visi Sumut yang maju, aman dan bermartabat” akan konkrit diwujudkan melalui lima misi yaitu mewujudkan masyarakat bermartabat dalam kehidupan, dalam politik, dalam pendidikan, dalam pergaulan dan dalam lingkungan serta prioritas pembangunan dengan sasaran utama membangun desa menata kota.

“Dalam RPJMD ini implementasi visi dan misi Sumut yang maju, aman dan bermartabat dengan sasaran utama membangun desa menata kota bukan lagi sekedar komitman apalagi wacana, melainkan secara konkrit sudah tertuang dalam dokumen resmi. Semua organisasi perangkat daerah (OPD) harus sudah siap menjabarkan visi misi ini. Semua rencana strategis (Renstra) OPD harus serempak dan saling mendukung memberhasilkan visi misi dimaksud,” tegas Gubsu H Edi Rahmayadi kepada wartawan didampingi Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu H Ilyas Sitorus, Senin (18/3/2019).

Secara terpisah Kepala Bappeda Sumut H Irman mengemukakan pihaknya siap menjabarkan perintah Gubsu dan Wagubsu tersebut. Dalam RPJMD 2018 – 2023 visi “Sumut yang maju, aman dan bermartabat” akan konkrit diwujudkan melalui lima misi yaitu mewujudkan masyarakat bermartabat dalam kehidupan, dalam politik, dalam pendidikan, dalam pergaulan dan dalam lingkungan serta prioritas pembangunan dengan sasaran utama membangun desa menata kota.

Prof Dr Sirojuzilam Hasyim SE, pakar ekonomi pembangunan nasional yang ikut berbicara pada saat konsultasi publik rancangan RPJMD ini juga optimis Sumut) bermartabat diproyeksikan menjadi salah satu propinsi terbaik di Indonesia dalam lima tahun ke depan ditopang upaya maksimal memacu pendapatan daerah melalui optimalisasi pendapatan dari berbagai sumber.

Pengamat sosial ekonomi Lifia Tan yang alumni USU juga menaruhkan harapan besar atas visi dan misi ini sehingga beliau optimis proyeksi Gubsu sampai tahun 2023 APBD provinsi ini mencapai Rp 18 triliun dapat tercapai dengan upaya maksimal memacu pendapatan daerah khususnya optimalisasi pendapatan dari BUMD.  Sumber-sumber pembiayaan alternatif juga harus dikembangkan melalui investasi langsung pihak swasta maupun skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dan dana CSR perusahaan pemerintah dan swasta serta dukungan masyarakat lainnya.

Lebih lanjut Prof Dr Sirojuzilam Hasyim SE menilai implementasi visi misi Gubsu yang secara juridis formal sudah menjadi visi misi RPJMD Propinsi Sumut 2018 – 2023 jelas mengarah kepada upaya untuk menjadikan program memberikan kemanfaatan kepada maayarakat secara nyata.

“Selama ini banyak perencanaan yang hanya berfokus pada penyerapan anggaran yang menghasilkan output kegiatan dan belum sepenuhnya berorientasi kepada hasil (outcome) yang memberikan kemanfaatan kepada masyarakat. Oleh sebab itu masuknya secara formal nuansa Sumut Bermartabat diharapkan RPJMD lima tahun ke depan tidak sekadar program anggaran, melainka riel mengangkat harkat dan martabat masyarakat,” tuturnya.

Visi Sumut yang maju, aman dan bermartabat secara garis besar bermakna seluruh wilayah dan komponen maayarakat memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan menikmati hasil pembangunan.

Sumut maju bermakna wilayah Sumut yang kondusif untuk terjadinya proses nilai tambah atas potensi yang dimiliki serta penduduk dengan kualitas kesehatan dan pendidikan yang baik serta berpikiran ke depan, sehingga Sumut menjadi wilayah terdepan di Indonesia.

Sedangkan Sumut aman bermakna wilayah dan penduduk Sumut merasa bebas dari bahaya gangguan dan terlindungi dari berbagai macam marabahaya dalam melaksanakan aktivitas keseharian.

Sumut bermartabat bermakna wilayah dan penduduk Sumut yang agamis dan menjunjung tinggi etika dan norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, menjunjung tinggi adat istiadat dalam kehidupan bermasyarakat dan menjunjung tinggi supremasi hukum dalam segala aspek.

RPJMD yang telah memuat amanah Sumut bermartabat ini harus menjadi landasan dan rujukan dalam penyusunan rencana strategis perangkat daerah. RPJMD ini juga merupakan pedoman bagi penyusunan RPJMD kabupaten dan kota se-Sumut.

Miliki Daya Ungkit

RPJMD Provinsi Sumatera Utara tahun  2018-2023 adalah dokumen perencanaan pembangunan daerah lima tahunan, yang merupakan penjabaran visi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yaitu “Sumatera Utara yang maju, aman, dan bermartabat”.

Visi tersebut diwujudkan melalui lima misi yaitu, mewujudkan masyarakat Sumatera Utara yang bermartabat dalam kehidupan, bermartabat dalam politik, bermartabat dalam pendidikan, bermartabat dalam pergaulan dan bermartabat dalam lingkungan, serta prioritas pembangunan yang sudah kita sepakati bersama, dengan sasaran utama “membangun desa menata kota”.

Dalam upaya pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran di atas, diperlukan adanya upaya maksimal dalam memacu pendapatan daerah khususnya melalui optimalisasi pendapatan dari BUMD.

Pencapaian sasaran utama pembangunan dilakukan melalui serangkaian program unggulan yang memiliki daya ungkit yang akan mendorong terjadinya “lompatan” dalam pembangunan Provinsi Sumatera Utara ke depan.

Program yang memiliki daya ungkit tersebut antara lain di bidang pendidikan yaitu mewujudkan masyarakat yang terpelajar, berkarakter, cerdas, berdayasaing dan mandiri. Sasaran bidang pendidikan diarahkan kepada peningkatan kualitas dan keterjangkauan layanan pendidikan dengan target tercapainya angka rata-rata lama sekolah 10,5 tahun.

Hal ini dilakukan melalui upaya peningkatan kualitas dan kompetensi guru, penambahan  gaji guru honorer, penyediaan “guru terbang” dalam rangka pemenuhan kebutuhan guru di wilayah tertinggal, serta pemberian beasiswa bagi lulusan SMA berprestasi dari keluarga kurang mampu yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Khusus gaji guru honorer dilakukan penambahan dari semula usulan DPRD Sumut sebesar Rp 60.000 per jam kemudian oleh Gubsu dan Wagubsu ditetapkan menjadi Rp 90.000 per jam.

Selain itu juga dilakukan melalui upaya peningkatan kerjasama dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dan mendorong partisipasi  BUMN/BUMD, swasta dan masyarakat dalam pembangunan  dan peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan SMA di kecamatan sesuai dengan kebutuhan, dan pembangunan SMK yang relevan dengan kebutuhan dan potensi unggulan daerah antara lain di Pematangsiantar, Padangsidimpuan, DeliSerdang, Simalungun, BatuBara, Labuhanbatu Utara dan wilayah kepulauan Nias.

Bidang kesehatan terwujudnya kesehatan masyarakat yang prima dengan sasaran diarahkan kepada peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan target pencapaian usia harapan hidup 69,24 tahun.

Hal ini dilakukan melalui upaya peningkatan kerjasama dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota dalam  peningkatan kompetensi SDM tenaga kesehatan, sarana prasarana, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pengembangan rumah sakit umum daerah sebagai rumah sakit rujukan, antara lain RSUD Samosir, RSUD Toba Samosir, RSUD Padang Sidempuan serta pengembangan rumah sakit provinsi bertaraf internasional (Rumah Sakit Haji Medan) yang diharapkan dapat mengurangi masyarakat yang berobat ke luar negeri.

Dengan langkah-langkah dan koordinasi tersebut, maka diharapkan dapat mendorong terwujudnya penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, balita stunting dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat.

Bidang ketenagakerjaan juga menjadi prioritas. Dalam rangka mewujudkan penyediaan lapangan pekerjaan dan kesempatan berusaha, dengan sasaran penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 5,1 persen, dilakukan upaya terobosan melalui peningkatan kompetensi dan daya saing SDM ketenagakerjaan dengan pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana pendukung latihan kerja antara lain di kota Medan, Kabupaten Simalungun dan wilayah kepulauan Nias.

Pembangunan pusat inovasi dan industri kreatif antara lain di Samosir, Langkat, Tapanuli Tengah dan Medan, pembangunan UMKM Center di kawasan Danau Toba dan wilayah pantai barat di Sibolga dan sekitarnya.

Juga pengembangan sentra industri kecil menengah berbasis online/e-smart di Medan, Deliserdang, Binjai dan Pematangsiantar, peningkatan promosi serta pemberian kemudahan dalam perizinan sebagai upaya mendorong tumbuhnya investasi dan wirausahawan baru.

Berbagai hal tersebut di atas perlu dukungan dan kerjasama dengan institusi nasional dan internasional serta pemangku kepentingan lainnya.

Percepatan Infrastruktur

Dalam rangka mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan antar wilayah dengan sasaran diarahkan kepada peningkatan konektivitas antar wilayah melalui pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan dengan target terwujudnya jalan mantap 90 persen.

Kemudian mendukung pembangunan proyek strategis nasional di Sumatera Utara seperti pembangunan jalan tol Sumatera, kereta api Trans Sumatera, dan pelabuhan Kuala Tanjung, pengembangan kawasan strategis nasional (KSN) Mebidangro melalui pembangunan transportasi massal LRT/ MRT, bendung serbaguna Lau Simeme, pengembangan KSN Danau toba melalui pembangunan jalan tol Tebingtinggi-Parapat, serta peningkatan akses transportasi menuju destinasi wisata seperti Bahorok (Langkat), Pulau Berhala (Serdang Bedagai), Danau Siais (Tapanuli Selatan).

Selain itu juga dilakukan pengembangan wilayah pada 14 kawasan strategis provinsi antara lain melalui  pembangunan kawasan sport center berstandard internasional dalam rangka persiapan Sumatera Utara sebagi tuan rumah PON ke 21 tahun 2024.

Selanjutnya pembangunan jalan alternatif Medan – Berastagi, penataan kawasan pada koridor Sei Mangkei – Kuala Tanjung, akses jalan lingkar Pulau Nias, pemenuhan infrastruktur pelayanan dasar (irigasi, air minum, sanitasi, energi listrik, penyediaan rumah layak huni dan terjangkau, serta penataan kawasan kumuh pada sempadan sungai di wilayah perkotaan).

Bidang pertanian dan pariwisata juga menjadi prioritas.

Dalam rangka mewujudkan pencapaian ketahanan pangan, sasaran pembangunan bidang pertanian diarahkan kepada pencapaian target produktivitas komoditi pangan utama (padi) sebesar 8 ton per hektar, dan meningkatnya kesejahteraan petani.

Hal ini dilakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian dan upaya pengembangan kawasan agribisnis dan agro industri berbasis produk unggulan daerah (one region one product), pengembangan kawasan agropolitan dataran tinggi bukit barisan, pengembangan sentra-sentra peternakan di kabupaten Padanglawasutara, Padanglawas, Asahan, Tapanuliselatan dan Labuhanbatu.

Pengembangan kelautan dan perikanan melalui pembangunan cold storage antara lain di kabupaten Batubara dan kepulauan Nias serta menghidupkan kembali kearifan lokal dalam pertanian melalui inovasi mina padi di seluruh wilayah sentra produksi padi sehingga dapat memenuhi target produksi pangan utama.

Di bidang pariwisata dalam rangka pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 500.000 orang, dilakukan melalui upaya  pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana pendukung pariwisata dengan mendorong partisipasi swasta dalam pembangunan convention center, perhotelan, restoran, sport area dan lain-lain.

Pembangunan “agrotechnopark” di kawasan Mebidangro, pembangunan wisata olahraga antara lain di kawasan Danau Toba dan arung jeram Asahan; wisata budaya dan wisata bahari di kepulauan Nias danTapanuli Tengah – Sibolga, serta ekowisata di Danau Siais Tapanuliselatan, Bahorok dan Tangkahan Langkat, wisata mangrove di Langkat, Serdang Bedagai dan Batubara.

Juga dilakukan pengembangan pusat wisata religi sejarah antara lain Islamic Center di Deliserdang, titik nol masuknya Islam di Barus Tapanuli Tengah dan Situs Putri Hijau Deliserdang. Selain itu juga pelaksanaan event wisata seperti festival kopi, festival buah dan bunga, serta karnaval kebudayaan.

Objektif dan Prospektif

Kalangan pemerhati sosial ekonomi pembangunan dan para intelektual menilai Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumut 2018 – 2023 ini cukup objektif dan berjiwa prospektif bahwa Sumut lima tahun ke depan memiliki rancang bangun konkrit menjadi propinsi unggulan tahun 2023.

Prof Dr Sirojuzilam Hasyim SE, pakar ekonomi pembangunan nasional mengemukakan RPJMD ini secara tegas dan jelas memaparkan langkah-langkah Sumut ke depan mewujudkan visi misi Sumut Bermartabat, terutama dalam 5 skala prioritas yang terinci jelas parameter dan indikatornya.

Pemerhati ekonomi pembangunan Lifia Tan yang alumni Fakultas Ekonomi USU Medan dan pengamat lainnya Hafian juga melihat aspek-aspek objektif dan terukur tergambar dalam RPJMD Sumut ini antara lain upaya mencapai APBD Sumut hingga Rp 18 triliun pada tahun 2023.

Demikian juga komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan termasuk upaya peningkatan kesejahteraan guru honorer dengan menaikkan honor mereka dari Rp 40.000 per jam menjadi Rp 90.000 per jam.

Hafian juga mengamati dalam penyusunan RPJMD ini tergambar koordinasi dan sinkronisasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) berjalan baik dengan kordinasi Sekdaprov Dr Sabrina mampu menjabarkan visi dan misi Gubsu dan Wagubsu H Musa Rajekshah.

Lifia Tan dan beberapa pengamat lainnya menyampaikan apresiasi kepada Gubsu atas penyampaian RPJMD yang juga memuat masukan dan saran dari anggota pansus RPJMD maupun dari pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Sumut.

Hal itu antara lain pembangunan Sumatera Utara lima tahun ke depan bukan hanya ditujukan pada pembangunan infrastruktur semata tetapi juga dengan peningkatan sarana dan prasarana di bidang pendidikan dan kesehatan dalam rangka mewujudkan SDM yang berdaya saing dan berkualitas untuk dapat memenuhi pasar kerja.

Pembangunan wilayah yang berbasis potensi unggulan dalam rangka pemerataan pembangunan antar wilayah, peningkatan daya saing sektor agraris dan perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, penerapan kebijakan pengendalian budidaya ikan dan pencemaran lingkungan di kawasan Danau Toba juga tergambar dalam RPJMD ini.

Selanjutnya perbaikan kultur sosial kemasyarakatan, peningkatan kinerja birokrasi pemerintah provinsi sumatera utara, dan peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih serta semua masukan dan saran tersebut menjadi bagian dalam penyempurnaan substansi dokumen RPJMD Sumut 2018-2023 dengan tetap memperhatikan sinergitas dan sinkronisasi terhadap visi misi, kewenangan serta kemampuan keuangan daerah. Sedangkan hal-hal yang bersifat perencanaan teknis tampak diintegrasikan kedalam rencana strategis perangkat daerah.

Menurut pengamat RPJMD itu juga menggambarkan di samping pembangunan fisik, pembangun non fisik juga menjadi perhatian, dengan mengalokasikan anggaran yang signifikan antara lain pemberian bantuan kepada masyarakat untuk pembangunan dan rehabilitasi rumah ibadah, panti sosial, panti rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba, dan bantuan lainnya bagi masyarakat; serta menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintah dan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan para pakar dari perguruan tinggi.

Berbagai upaya pembangunan tersebut merupakan rangkaian pencapaian visi lima tahun kedepan sebagai provinsi sumatera utara yang maju, aman dan bermartabat, yang diindikasikan dengan terwujudnya masyarakat sumatera utara yang sehat jasmani dan rohani, memiliki iman dan taqwa, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berintegritas, beretika dan berbudaya, memiliki etos kerja yang tinggi, berdaya saing, berperikemanusiaan dan beradab.

Dengan ini sehingga dapat menjadi teladan bagi masyarakat, bangsa dan dunia, serta terlahirnya generasi yang berprestasi dalam pendidikan, agama dan olahraga di tingkat nasional dan internasional.

“Insya Allah, dengan ridho Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dan didukung oleh seluruh pemangku kepentingan, lima tahun kedepan, provinsi sumatera utara akan menjadi barometer bagi daerah lain dan disegani karena prestasinya, berkonstribusi serta berperan bagi pembangunan negara yang kita cintai ini,” kata para pemerhati.

Seksaprovsu Hj Sabrina mengemukakan pihaknya bersama OPD siap menjabarkan printah Gubsu dan Wagubsu tersebut. Dalam RPJMD 2018 – 2023 visi “Sumut yang maju, aman dan bermartabat” akan konkrit diwujudkan melalui lima misi yaitu mewujudkan masyarakat bermartabat dalam kehidupan, dalam politik, dalam pendidikan, dalam pergaulan dan dalam lingkungan serta prioritas pembangunan dengan sasaran utama membangun desa menata kota.

“Saya optimis semua organisasi perangkat daerah (OPD) sudah siap menjabarkan visi misi Bapak Gubsu dan Wagubsu ini dan semua rencana strategis (Renstra) OPD akan serempak dan saling mendukung memberhasilkan visi misi dimaksud,” ujarnya.

Semoga apa yang sudah diprogramkan diatas dapat terwujud untuk mewujudakan Sumut Bermartabat….dan itu perlu dukungan dari semua kalangan tidak hanya pemerintah propinsi sumatera utara.(topmetronews.news)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Seberapa bermanfaat posting ini?

Klik pada bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 5 / 5. Jumlah suara: 1

Sejauh ini tidak ada suara! Jadilah yang pertama menilai posting ini.

Bagikan! Ke temanmu

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Butuh Sesuatu?
assalamualaikum apa yang bisa kami bantu?