Aceh Tercepat Nasional Cairkan Dana Desa, Bersama dengan Jawa Timur

Read Time:3 Minute, 16 Second

Sahabataksa.com,-Aceh dan Jawa Timur menjadi dua provinsi yang tercepat melakukan pencairan Dana Desa 2021. Pencairan dimulai sejak Rabu (13/1/2021), yang dimulai dari Kabupaten Aceh Selatan. Pemerintah Aceh menargetkan Januari ini seluruh kabupaten/kota di Aceh tuntas melakukan pencairan Dana Desa tahap I tahun 2021.

Keberhasilan Aceh menjadi yang tercepat melakukan pencairan Dana Desa ini langsung mendapat apresiasi dari Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten yang sudah bekerja keras mempercepat proses pencairan Dana Desa ini. Ia berharap, setelah Aceh Selatan akan menyusul kabupaten/kota lainnya.

“Harapan saya, Januari ini seluruh kabupaten/kota di Aceh tuntas melakukan pencairan Dana Desa tahap I,” harap Gubernur, Kamis (14/1/2021).

Gubernur mengatakan, percepatan pencairan Dana Desa ini penting sehingga Bantuan Langsung Tunai (BLT) bisa disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai Januari ini. BLT yang disalurkan sebesar Rp 300.000 per bulan, selama 12 bulan.

Selain untuk BLT, lanjut Gubernur, percepatan pencairan Dana Desa itu juga penting, karena bisa digunakan untuk membiayai beberapa kegiatan penting di desa dalam upaya percepatan pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

“Terima kasih kepada kabupaten/kota dan jajarannya seperti DPMG (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Dinas Keuangan, Kanwil Perbendaharaan, camat, keuchik dan para para tenaga pendamping desa,” ujar Gubernur Nova.

Kepala DPMG Aceh, Azhari menambahkan, setelah pencairan Dana Desa untuk Aceh Selatan, pada Kamis (14/1/2021) kemarin, bertambah dua kabupaten/kota lagi yang telah melakukan pencairan, yaitu Kota Langsa dan Gayo Lues. “Alhamdulillah hari ini bertambah dua kabupaten/kota lagi, sehingga sudah tiga kabupaten/kota di Aceh yang telah melakukan pencairan Dana Desa tahap I,” sebutnya.

Azhari mengaku sangat puas, Aceh bisa menjadi provinsi tercepat secara nasional dalam hal pencairan Dana Desa ini. Untuk diketahui, tahun 2021 Aceh mendapatkan alokasi Dana Desa sebesar Rp 14,9 triliun, terbesar keenam secara nasional. “Awalnya kita menargetkan pencairan bisa dilakukan mulai Januari, ternyata kita justru yang tercepat secara nasional,” ucapnya.

Percepat APBK

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, dr Taqwallah menyampaikan tentang kaitan Dana Desa dengan penetapan ABPK. Dia mengatakan, terlambatnya penetapan APBK akan ikut memperlambat proses pencairan Dana Desa. “Kalau lambat penetapan APBK, maka pencairan Dana Desa tidak bisa diproses,” ujarnya.

Sekda menyebutkan, hingga kini masih ada dua kabupaten/kota lagi yang belum melakukan penetapan APBK, yaitu Kabupaten Simeulue dan Pidie. “Mudah-mudahan Simeulue dan Pidie bisa segera melakukan penetapan APBK, sehingga bisa melakukan pencairan Dana Desa,” imbuhnya.

Di samping itu, Kepala DPMG Aceh, Azhari, juga mengimbau para camat untuk segera menfasilitasi desa-desa yang belum siap dokumen persyaratan pencairan. Persyaratan dimaksud meliputi dokumen APBG, Perbup/Perwal tentang rincian Dana Desa, dan surat kuasa.

“Kita mohon kepada camat, dengan adanya bantuan operasional (BOP) dari Pemerintah Aceh, agar segera memfasilitasi desa-desa yang belum siap dokumen persyaratan pencairan,” imbau Kepala DPMG Aceh ini.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala DPMG Aceh, Azhari, juga menginformasikan bahwa ada sebanyak 318 Badan Udaha Milik Gampong (BUMG) yang terdaftar di Bumdes.id. Terbanyak secara nasional.

Bumdes.id merupakan mitra Pemerintah dalam hal pengembangan BUMDes/BUMG. Bumdes.id akan mendata BUMDes/BUMG seluruh Indonesia untuk kemudian di scale up atau dikembangkan. Pendaftaran akan ditutup pada Jumat (15/1/2021) hari ini.

“Tidak semua BUMG bisa ikut. Kriterianya adalah: sudah berdiri dua tahun, memiliki unit usaha yang sudah mencatatkan keuntungan, tidak ada kendala sinyal internet, siap mengikuti semua tahapan program, dan siap bermitra dengan perguruan tinggi dan BUMN,” sebut Azhari.

Nah hal yang tidak dia sangka adalah, ternyata dari Aceh cukup banyak BUMG yang sudah mendaftar di Bumdes.id. Hingga Kamis kemarin tercatat 318 BUMG, terbanyak secara nasional, disusul Jawa Tengah sebanyak 308 BUMDes. “Mudah-mudahan di hari penutupan besok jumlahnya bisa bertambah lagi. Tetapi sepertinya bisa jadi di menit terakhir Jawa Tengah lebih banyak,” ujarnya.

Lalu apa keuntungan bagi BUMG yang terdaftar di Bumdes.id? Terkait hal ini, Azhari menyebutkan ada empat manfaat yang akan didapat, yaitu pendampingan penguatan BUMG/BUMDes, pengembangan inovasi produk dan layanan, transformasi digital (e-Comerce), dan pengembangan kemitraan strategis.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Seberapa bermanfaat posting ini?

Klik pada bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Sejauh ini tidak ada suara! Jadilah yang pertama menilai posting ini.

Bagikan! Ke temanmu

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Butuh Sesuatu?
assalamualaikum apa yang bisa kami bantu?